
Universitas Taruna Bakti Berkolaborasi dalam Program Pengelolaan Sampah di Kelurahan Citarum
Bandung, November 2024 – Dalam upaya mengatasi permasalahan sampah yang semakin mendesak (Bandung darurat sampah), Universitas Taruna Bakti turut serta dalam program penanganan sampah berbasis kolaborasi pentahelix yang melibatkan LLDIKTI Wilayah 4 Jawa Barat dan Banten, Pemerintah Kota Bandung, serta lebih dari 50 Perguruan Tinggi. Program ini berfokus pada pengelolaan sampah di berbagai wilayah, salah satunya di Kelurahan Citarum, tempat Universitas Taruna Bakti berada.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dari Program Studi D3 Sekretari yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) turun langsung ke lapangan untuk mengedukasi warga mengenai pentingnya pemilahan sampah dan pengelolaan yang berkelanjutan. Bersama tim dari Kelurahan Citarum, mereka menyosialisasikan konsep “Tidak Dipilah, Tidak Diangkut”, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga agar memilah sampah dari sumbernya.
Selain edukasi, mahasiswa dari Program Studi Musik, yang juga didampingi oleh dosen, berkontribusi dengan menciptakan sebuah jingle kampanye berjudul “Tidak Dipilah, Tidak Diangkut”. Lagu ini diharapkan dapat menjadi media sosialisasi yang menarik dan mudah diingat oleh masyarakat dalam mendukung program pemilahan sampah serta meningkankan awareness untuk melakukan pemilahan sampah secara mandiri.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi darurat sampah di Kota Bandung, yang membutuhkan aksi nyata dari seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, program ini bertujuan untuk mencapai tiga indikator utama, yaitu:
1. Edukasi pengelolaan dan pemilahan sampah – Memberikan pemahaman kepada warga mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.
2. Inovasi dalam pengelolaan sampah – Mengembangkan solusi kreatif dalam menangani sampah secara lebih efektif seperti budidaya magot, metode bata terawang
3. Reduksi timbulan sampah – Mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan melalui berbagai strategi, termasuk daur ulang dan pemanfaatan kembali.
Partisipasi aktif Universitas Taruna Bakti dalam program ini menunjukkan komitmen Perguruan Tinggi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Dengan adanya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan masalah sampah di Kota Bandung dapat ditangani dengan lebih baik dan berkelanjutan.
Di akhir program, Universitas Taruna Bakti menyerahkan 5 (lima) buah drum sampah kepada kelurahan Citarum dan akan terus berkolaborasi dengan kelurahan Citarum untuk pengelolaan sampah.



