Back

Prodi Manajemen TBU mengikuti Seminar Financial Education for Zilenial

Pada hari Jum’at, tanggal 28 November 2025, Perwakilan Prodi Manajemen TBU yaitu Aldiansyah, Anggita, Anne, Devi, dan Ilmi menghadiri seminar Financial Education For Zilenial dengan tema “Zilenial Punya Power: Bangun Masa Depan Finansial Tanpa Drama” yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bandung.

Pemaparan dari narasumber ke-1 menitikberatkan kepada generasi gen Z tumbuh pada masa perubahan teknologi yang sangat cepat. Peralihan dari era analog menuju digital membuat generasi ini terbiasa beradaptasi, dekat dengan internet, dan terus mengikuti perkembangan gaya hidup modern. Di tengah berbagai kemudahan tersebut, muncul pula tantangan besar, terutama dalam hal mengelola keuangan. Tekanan gaya hidup digital, akses layanan keungan yang semakin mudah, serta tuntutan hidup di kota besar membuat Gen Z perlu memiliki pemahaman keuangan yang matang untuk mampu menjaga keseimbangan antar kebutuhan & keinginan.

Selanjutnya, OJK Jabar melanjutkan pemaparan yang menitikberatkan kepada fenomena pinjaman online (pinjol). Lembaga yang dibentuk melalui Undang – Undang Nomor 21 Tahun 2011 dan diperkuat oleh Undang-undang Nomor 4 Tahun 2023 ini bertujuan untuk mengatur, mengawasi, dan melindungi seluruh aktivitas pada industri jasa keuangan. OJK mengawasi sektor perbankan, pasar modal , hingga industri keungan non bank seperti asuransi, lembaga pembiayaan, dan dana pensiun, dan OJK juga memastikan agar aktivitas keuangan berjalan secara akuntabel. Seiring teknologi makin maju, layanan keungan digital seperti Paylater dan pinjol jadi bagian dari kehidupan sehari-hari Gen Z. Memang praktis dan cepat, tapi bilamana digunakan tanpa berpikir panjang justru membuat hadirnya masalah. PayLater salah satu pinjol resmi yang terdaftar di OJK. Gen Z perlu menghindari pinjaman online yang tidak terdaftar oleh OJK, berdasarkan Data SATGAS PASTI 2025 menunjukan bahwa sampai September 2025 terdapat lebih dari 16.000 laporan terkait aktivitas keuangan illegal dan mayoritas berasal dari pinjol. Angka tersebut menunjukan bila masyarakat termasuk Gen Z masih sangat terjebak dalam resiko keuangan digital.

Untuk menghindari kondisi seperti itu, Gen Z perlu mengetahui terkait Informasi Debitur (iDeb) yaitu semacam laporan riwayat kredit yang bisa jadi bahan penilaian jika seorang akan mengajukan pinjaman. Bahkan beberapa perusahaan menggunakan iDeb sebagai syarat proses rekrutmen. Lewat situs idebku.ojk.go.id, kita mampu melakukan tracking data kredit sendiri, dan bila terdapat kekeliruan, bisa langsung mengajukan koreksi. Kesadaran soal identitas finansial seperti ini penting di era serba digital. Di sisi lain, gaya hidup Gen Z sendiri ikut memengaruhi kondisi keuangan mereka. Banyak yang punya pendapatan dari berbagai sumber kerja utama, freelance, sampai monetisasi hobi. Namun, pengeluarannya pun impulsif. Dari e-wallet, QRIS, layanan pesan antar, sampai tren media sosial, semuanya bikin transaksi jadi cepat namun sulit dikontrol, juga kebutuhan lainnya seperti bekerja di kafe, traveling, fashion, dan langganan aplikasi yang pelan-pelan bisa mengurangi uang tanpa disadari.

Terkait investasi, Gen Z biasanya pilih yang praktis dan mudah diakses seperti reksa dana, saham, atau aset digital. Mayoritas Gen Z menentukan instrument investasi dipengaruhi informasi dari media sosial. Karena itu, membutuhkan kehati-hatian tidak mengikuti tren yang nyatanya kurang cocok dengan kondisi finansial pribadi. Supaya keuangan tetap sehat, Gen Z disarankan punya rencana anggaran yang realistis. Salah satu cara yang sering dipakai adalah membagi pendapatan jadi 40% untuk kebutuhan harian, 30% untuk cicilan, 20% untuk investasi, dan 10% untuk kegiatan sosial. Ditambah lagi, membiasakan diri mencatat pengeluaran, punya dana darurat, menahan belanja impulsif, dan mencari sumber pendapatan tambahan mampu membuat kondisi finansial jauh lebih stabil. Edukasi keuangan juga harus rutin dilakukan supaya tidak mudah goyah saat ada perubahan ekonomi. Untuk melindungi masyarakat, OJK menyediakan berbagai fasilitas seperti APPK untuk pengaduan, SATGAS PASTI yang memberantas aktivitas ilegal, serta Investor Alert Portal untuk mengecek legalitas investasi. Semua ini bisa membantu kita memastikan aktivitas keuangan tetap aman dan bebas dari penipuan.

Pada akhirnya, Zilennial adalah generasi yang gesit, kreatif, dan cepat beradaptasi. Tapi potensi besar ini harus diimbangi dengan pemahaman keuangan yang baik. Dengan lebih sadar risiko keuangan digital, mengenal peran OJK, dan punya rencana keuangan yang matang, Gen Z bisa membangun masa depan finansial yang lebih aman dan stabil.

 

Penulis:

Muhamad Aldiansyah 20251042052 – Manajemen

Anggita Meiranti 20251042052 – Manajemn

Anne Triyana 20251041055 – Manajemen

Devi Maharani 20251042031 – Manajemen

Ilmi Rafi Muizz 20251042042 – Manajemen