
Kolaborasi Akademisi dan Praktisi Warnai Pelatihan Manajerial Program SPPI
Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang profesional, adaptif, dan berkelanjutan. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) menyelenggarakan Pelatihan Manajerial bagi para Manajer Koperasi Merah Putih dengan menghadirkan kolaborasi antara akademisi dan praktisi dari berbagai bidang keahlian.
Kolaborasi tersebut menciptakan ruang belajar yang komprehensif. Akademisi berperan menghadirkan pendekatan berbasis keilmuan dan hasil riset, sedangkan praktisi berbagi pengalaman implementasi di lapangan. Sinergi keduanya diharapkan mampu membekali para manajer koperasi dengan kompetensi yang relevan untuk menghadapi tantangan pengelolaan koperasi di tengah dinamika perkembangan ekonomi dan bisnis.
Dalam program ini, Nadia Rizky Vindiazhari, S.T., MBA, dosen tetap Universitas Taruna Bakti, dipercaya menjadi salah satu fasilitator bersama akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk membawakan materi-materi strategis bagi Manajer Koperasi Merah Putih. Kepercayaan tersebut mencerminkan kontribusi nyata Universitas Taruna Bakti dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten sekaligus berpartisipasi dalam menyukseskan program strategis nasional di bidang perkoperasian.
Materi strategis yang diberikan oleh Nadia Rizky kepada para peserta SPPI yaitu penyusunan Business Plan melalui Model Pengembangan Usaha Berbasis Gerai di Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa AD) pada tanggal 21 Juli 2026. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami bahwa sebuah koperasi tidak hanya membutuhkan semangat kebersamaan, tetapi juga perencanaan bisnis yang matang agar mampu tumbuh secara berkelanjutan. Melalui diskusi, studi kasus, dan latihan penyusunan rencana bisnis, peserta memperoleh pemahaman mengenai identifikasi potensi usaha gerai, analisis peluang pasar, penyusunan model bisnis, hingga penyusunan strategi pengembangan koperasi.
Kemudian dilanjutkan di Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav) pada 26 Juli 2026, Nadia Rizky menyampaikan materi Konsep Dasar Akuntansi, yang menekankan pentingnya pengelolaan keuangan sebagai fondasi tata kelola koperasi yang sehat. Peserta mempelajari prinsip-prinsip pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, serta pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan organisasi.
Berikutnya, di lokasi yang sama yaitu Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav) pada 27 Juli 2026, materi Perpajakan Koperasi diberikan sebagai bagian dari penguatan aspek kepatuhan koperasi terhadap regulasi. Materi ini membahas kewajiban perpajakan yang melekat pada koperasi, pemahaman terhadap ketentuan perpajakan yang berlaku, serta implementasinya dalam operasional sehari-hari. Dengan pendekatan yang aplikatif, peserta didorong untuk memahami bahwa kepatuhan pajak merupakan bagian dari tata kelola yang profesional dan berintegritas.
Melalui pelatihan ini diharapkan para Manajer Koperasi Merah Putih tidak hanya memiliki pemahaman konseptual, tetapi juga kemampuan praktis dalam menyusun rencana bisnis, mengelola keuangan secara akuntabel, dan memenuhi kewajiban perpajakan sesuai ketentuan. Dengan kompetensi tersebut, koperasi diharapkan mampu berkembang menjadi organisasi yang profesional, berdaya saing, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi anggotanya maupun masyarakat luas.
Penulis: Nadia Rizky Vindiazhari, S.T.,MBA

Materi Konsep Dasar Perpajakan di Pusdikkav (Kelas Kecil)

Materi Konsep Dasar Akutansi di Pusdikkav (Kelas Kecil)

Materi Rencana Bisnis Gerai di Secapa AD (Kelas Besar)



